KMP – Lahat – Momentum Hari Jadi Kabupaten Lahat ke-157 dinilai menjadi waktu yang tepat untuk melakukan refleksi terhadap capaian pembangunan sekaligus mengevaluasi berbagai persoalan yang masih harus dibenahi demi kemajuan daerah di masa mendatang.
Founder Anak Muda Lahat (AMAL), Oktaria Saputra, mengatakan bahwa usia 157 tahun Kabupaten Lahat bukan sekadar perjalanan sejarah, tetapi juga menjadi simbol panjangnya perjuangan masyarakat dalam membangun daerah yang maju dan berdaya saing.
Menurutnya, Kabupaten Lahat memiliki potensi besar di berbagai sektor mulai dari pertanian, perkebunan, pariwisata, hingga sumber daya manusia yang terus berkembang. Potensi tersebut harus mampu dikelola secara maksimal agar memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Momentum 157 tahun ini harus menjadi ruang evaluasi bersama. Kabupaten Lahat memiliki kekuatan besar untuk maju, namun tetap membutuhkan pembenahan di berbagai sektor agar pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat secara merata,” ujar Oktaria, Rabu (20/05/2026).
Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lahat, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Lahat terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2024, IPM Kabupaten Lahat berada di angka 72,83 dan meningkat menjadi 73,75 pada tahun 2025. Peningkatan tersebut menunjukkan perkembangan pada sektor pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat.
Meski demikian, Oktaria menilai masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah ke depan, terutama terkait pemerataan pembangunan infrastruktur hingga ke wilayah pelosok desa.
“Kondisi jalan, fasilitas pelayanan publik, drainase, hingga akses pembangunan desa masih perlu ditingkatkan. Infrastruktur yang baik akan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat,” katanya.
Selain infrastruktur, AMAL juga menyoroti pentingnya penguatan kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda Kabupaten Lahat. Menurut Oktaria, anak muda membutuhkan ruang kreativitas, pelatihan keterampilan, serta dukungan terhadap UMKM dan ekonomi kreatif agar mampu menciptakan kemandirian ekonomi daerah.
Ia juga menilai sektor pariwisata Kabupaten Lahat memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai kekuatan ekonomi baru daerah. Potensi wisata alam seperti Bukit Serelo, air terjun, budaya lokal, dan kekayaan sejarah daerah dinilai mampu menjadi daya tarik apabila dikelola secara serius dan berkelanjutan.
Di bawah kepemimpinan Bupati Lahat Bursah Zarnubi dan Wakil Bupati Lahat Widia Ningsih, masyarakat disebut menaruh harapan besar terhadap lahirnya tata kelola pemerintahan yang progresif, responsif, dan berpihak kepada kepentingan rakyat.
AMAL menegaskan bahwa kemajuan Kabupaten Lahat tidak dapat dibangun hanya oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan sinergi seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda.
“Lahat memiliki sejarah besar, sumber daya besar, dan masyarakat yang kuat. Yang dibutuhkan hari ini adalah semangat persatuan, keberanian untuk berbenah, serta pembangunan yang benar-benar berpihak kepada rakyat,” tutupnya.
Dirgahayu Kabupaten Lahat ke-157. Bersatu Membangun Lahat, Bergerak Menuju Masa Depan yang Lebih Maju dan Berkelanjutan.


